Gaspol Abis, BRMP Memperkuat Tata Kelola dan Tuntaskan Kinerja
Belitung, 7-9 September 2026 — Kepala BRMP Bengkulu (Shannora Yuliasari) beserta Kabag Tata Usaha, Ketua Kelompok Program dan Pengujian, Ketua Kelompok Pendampingan Modernisasi Pertanian, Ketua Kelompok Penerapan dan Penilaian Kesesuaian dan Ketua Kelompok Pengelolaan Penyuluhan Pertanian hadir pada Rapat Kerja Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tahun 2026 bertempat di Sheraton Belitung Resort dengan tema “Akselerasi Program dan Tata Kelola Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian untuk Mendukung Program Strategis Kementerian Pertanian”.
Rapat yang diikuti oleh 392 peserta ini dihadiri oleh Kepala Badan, Sekretaris Badan, Tenaga Ahli Menteri, Kepala Pusat dan Balai Besar, Balai Perakitan, Balai Pengelola Hasil dan Loka serta unsur manajerial serta PMU dan PIU ICARE.
Rapat kerja ini bertujuan untuk merumuskan strategi percepatan realisasi anggaran, memperkuat tata kelola organisasi BRMP, menyusun rencana aksi penataan SDM dan peta jabatan serta membangun kesepakatan dan komitmen bersama dalam mengawal pencapaian target kinerja BRMP.
Kegiatan diawali dengan arahan Sekretaris BRMP (Handi Arief) beliau menyampaikan bahwa penting untuk menjaga target dan memastikan setiap program benar-benar memberi dampak. BRMP menegaskan komitmen mencapai 100 persen penerapan PM-AAS dan 98 persen serapan anggaran Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya mempercepat modernisasi pertanian dan menghadirkan inovasi yang semakin dekat dengan petani.
Kepala BRMP (Fadjry Djufry) dalam arahannya menjelaskan bahwa bersama penyuluh dan seluruh jajaran, BRMP terus mendorong penerapan teknologi, mekanisasi, dan rekomendasi budidaya yang tepat di lapangan. Karena kinerja yang dituntaskan hari ini harus bermuara pada pertanian yang semakin produktif, modern, berdaya saing, dan meningkatkan kesejahteraan petani. Progres akhir tinggal menunggu harmonisasi dengan Kementerian Hukum. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa kegiatan malam ini sebagai implementasi arahan Bapak Mentan untuk program yang sudah dijalankan, mohon dukungan semua direktur wilayah dan penyuluh agar bersama-sama mendorong mengakselerasikan program di daerah.
BRMP memiliki tugas dan peran yang cukup besar di daerah, salah satunya mendekatkan penyuluh dengan sumber inovasi teknologi. Dengan bergabungnya para penyuluh lapang dalam wadah yang cukup besar, harapannya semua tugas dapat dilaksanakan dengan baik. Kementan tidak dapat menjalankan program jika tidak ada dukungan dari daerah, dan harapannya agar para dirwil terus bersinergi dengan daerah. BRMP yang tersebar se-Indonesia menjadi rumah bagi para penyuluh dan tidak ada lagi jarak karena telah menjadi bagian keluarga besar BRMP.
Penguatan tata kelola, sumber daya, dan kolaborasi menjadi bagian penting untuk memastikan perakitan dan modernisasi pertanian memberi manfaat yang lebih luas. BRMP memperkuat fondasi di hulu, mulai dari inovasi, benih, sarana produksi hingga teknologi, sekaligus mengembangkan program strategis seperti PM-AAS untuk menjawab kebutuhan pertanian dan meningkatkan produktivitas padi nasional. Dari hulu hingga hilir, upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, nilai tambah, dan membuka peluang usaha bagi petani serta masyarakat. Dengan inovasi yang semakin dekat dengan kebutuhan lapangan, pertanian diharapkan tumbuh lebih produktif dan memberi manfaat yang semakin nyata.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi implementasi akuntabilitas kinerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi BRMP, tata kelola organisasi, penataan formasi jabatan fungsional dan koordinasi integrasi penyuluh ke BRMP, program perakitan dan modernisasi pertanian dalam program strategis pembangunan pertanian Tahun 2027, pengelolaan PNBP dan mekanisme penggunaannya dan strategi percepatan realisasi anggaran dan langkah-langkah akhir tahun.
Pada kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan komitmen ketercapaian target kinerja BRMP Tahun 2026 serta dilanjutkan dengan penyampaian materi dukungan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dalam pelaksanaan pertanian modern-Advanced Agricultural Sistem (PM-AAS) Tahun 2026–2027, percepatan distribusi benih PM-AAS 1 juta Ha di Tahun 2026 dan persiapan benih PM-AAS 1,5 Juta Ha untuk Tahun 2027, dukungan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian dalam pelaksanaan pertanian modern-Advanced Agricultural Sistem Tahun 2026–2027, percepatan distribusi pupuk, percepatan distribusi alsintan pra panen, ICARE as a pilot project for Agrizone Business Cluster and Value Chain Development, success story pelaksanaan ICARE melalui skema Matching Grant dan penyerahan bantuan pemerintah Matching Grant oleh Kepala BRMP.
#KitaMulaiCaraBaru
#TransformasiBudayaKerja
#HematEnergi